3E Ala Sandiaga Dalam Memaksimalkan Potensi Anak Muda

Sandiaga Uno saat menyampaikan pemaparan di WEKECE, Sabtu, 31 Juli 2021

Jakarta – Para mahasiswa yang seringkali disebut sebagai agent of change diharapkan memberikan perubahan dan solusi terkait dengan kondisi pandemik ini, khususnya bidang ekonomi.

Menurut Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, terdapat tiga cara (3E) untuk memaksimalkan potensi anak muda dalam menghadapi bonus demografi, yaitu Education, Employment, dan Engagement, ungkapnya dalam  Webinar OK OCE (WEKECE), kolaborasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama OK OCE Millenial Jawa Barat, 31 Juli 2021.

Sandi menjelaskan, berkaitan dengan education, perlu dilakukan peningkatan kualitas pendidikan anak muda untuk meningkatkan hard skill dan soft skill setiap individu. Kemudian, employment berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja yang dapat menyerap jumlah tenaga kerja yang tinggi. Cara terakhir yaitu engagement, dimana anak muda harus berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial, politik, dan perekonomian bangsa.

Bukan hanya sektor UMKM yang terdampak di pandemi. Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) ikut mengalami dampak dari adanya pandemi. Sandi mengatakan, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia cenderung turun hingga 75%. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pemulihan parekraf ialah dilakukannya peningkatan kapasitas SDM, revitalisasi destinasi pariwisata dan infrastruktur ekraf, peningkatan resiliensi dan daya saing usaha, inovasi produk dan jasa kreatif, serta pemulihan dan perluasan pasar.

Pada tahun 2023, Indonesia memiliki target untuk meningkatkan adaptasi dan akselerasi digitalisasi kepada 30 juta UMKM Indonesia dengan program “Bangga Buatan Indonesia”. Contoh program Kemenparekraf ialah pelatihan dan pendampingan secara digital (Widuri Ekraf, Masamo), BEKUP (Baparekaf for startup), Bantuan Intensif Pemerintah (BIP), food startup Indonesia, dan SCENE yang telah terverifikasi CHSE.

Sementara itu, dalam sambutannya, Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE menyatakan bahwa komposisi pelaku usaha di Indonesia ini mayoritas merupakan UMKM dengan proporsi 99.9% atau sekitar 64 juta pelaku usaha. Namun dengan adanya pandemi, membuat UMKM kewalahan untuk bertahan.

Dede Yusuf saat memberikan pemaparan di WEKECE, Sabtu, 31 Juli 2021

Upaya untuk bertahan tersebut dapat dilakukan dengan membuka peluang terkecil dalam memulai bisnis, seperti yang dijelaskan oleh Dede Yusuf Macan Effendi, Wakil Ketua Komisi X DPR RI. Dede mengatakan bahwa peluang terkecil dalam memulai bisnis diera pandemi ini dengan membuat E-Commerce, dimana dengan memulai E-Commerce ini, tidak diperlukan karyawan, tidak membutuhkan gudang dan tidak perlu memiliki barang langsung. Dalam memulai E-Commerce ini, biaya yang perlu untuk disiapkan hanyalah modal kerja dan modal promosi saja.

Pandemi membuat tidak sedikit para pekerja yang kena imbasnya, yakni PHK. Banyak dari mereka yang akhirnya banting stir dengan berwirausaha.  Deni Kamaludin Yusup, mengatakan, suatu negara akan menjadi negara maju apabila 7% dari penduduknya berwirausaha. Hal tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia yang perlu didukung oleh berbagai pihak.

Peran kaum milenial dalam ekonomi kedepannya memiliki andil yang besar. Dimasa yang akan datang generasi x ataupun baby boomers akan digantikan oleh kaum milenial. Terdapat tantangan besar yang dalam hal pemulihan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi. “Jadi kita lihat yang cenderung yang ingin menjadi wirausaha adalah kaum milenial. Maka saya sepakat kalau kaum milenial menjadi kelompok yang paling menentukan kedepannya”, tuturnya

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Dekan FEBI UIN SGD Bandung, Dudang Godjali, Ketua OK OCE Milenial Jawa Barat yang diwakilkan oleh Azmi Zaidan.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published.