Bentuk Hard Skill Pelaku Usaha, OK OCE Indonesia Gelar ‘ToT Mentor’ Bersama Komunitas Penggerak

Jakarta – Dalam rangka melakukan pendampingan kepada Komunitas Penggerak UMKM, OK OCE Indonesia mengadakan Pelatihan ‘ToT Mentor” pada hari Jumat (12/01).

Didalamnya terdapat Pelatihan Public Speaking dan Coaching yang bisa dimanfaatkan para peserta untuk menjadi bekal diri sendiri, sekaligus juga bisa menjadi bekal untuk bisa kembali diajarkan ke anggota Komunitas Penggerak yang mayoritas UMKM.

Peserta yang hadir pada Pelatihan Training of Trainer (ToT) Mentor kali ini dihadiri dari beberapa Penggerak seperti OK OCE GAN, OK OCE Perwira, Wanita Cerdas Tangguh (WCT) dan ESPAS Indonesia.

Materi disampaikan langsung oleh Irana Leila Meriam selaku Manager Direktorat Program OK OCE Indonesia dan Profesional Coach.

Baca Juga: Menjanjikan, OK OCE Hadirkan OK OCE CLING: Cuan Lewat Bisnis Sabun

Irana yang hangat disapa ‘Coach Nana’ menggambarkan secara umum peran yang terdapat dalam kegiatan Coaching.

“Dalam sebuah coaching terdapat coach sebagai konsultan dan coachee sebagai pasien yang membutuhkan pemecahan masalah”.

Selain itu, Coach Nana juga menekankan dalam sebuah kegiatan Coaching terdapat Mindset yang perlu dimiliki oleh seorang Coach.

“Dalam sebuah Coaching, seorang Coach perlu mengetahui Mindset yang tepat. Diantaranya adalah memahami kendala bersifat terbuka terdahap pendapat dan siap membantu mencari jalan keluar dari masalahnya,” ujar Nana.

Baca Juga: Hadiri HUT OK OCE, Sandiaga Usulkan Ganjar-Mahfud Pakai Program OK OCE

Tidak lupa, ia memberikan perilaku yang perlu dihindari ketika menjalani Coaching.

“Terdapat beberapa ‘BIG NO’ bagi seorang Coach dalam menjalankan Coaching, yaitu seorang Coach tidak boleh berasumsi, tidak boleh melabelkan, hingga tidak boleh mengaitkan dengan Pengalaman pribadi,” tutup Nana.

Salah satu peserta, Eni Susilowati menilai pelatihan tersebut sangat berharga untuk UMKM lebih siap dalam menghadapi tantangan kewirausahaan.

“Dengan berlatih Public Speaking dan Coaching ini, kami jadi memiliki bekal untuk menjalankan aktivitas kewirausahaan milik pribadi maupun kelompok”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *