Indra Uno Bersama OK OCE, Ajak UMKM Bali Bertahan, Bangkit, Hingga Tumbuh Lagi

Foto : Indra Uno

Seminyak, Bali – Sektor usaha menjadi bagian paling terdampak akan pandemi Covid-19 yang terus berkepanjangan. Hampir dua tahun sektor ini lesu, bahkan tak sedikit para pelaku usaha tidak sanggup lagi bertahan dan akhirnya menutup usahanya.

Pada April 2020, dalam survei Komunitas UMKM Naik Kelas menyebutkan 83% UMKM berpotensi bangkrut. Survei keempat dilakukan pada bulan Agustus 2021, yang hasilnya di rilis pada September ini. Terdapat 19% UMKM yang sudah bangkrut, atau 11 juta UMKM yang sudah tutup usahanya, dan masih ada 21,4% UMKM yang berpotensi bangkrut. Bagi mereka yang masih tetap bertahan, berbagai cara dilakukan agar usahanya tetap berjalan. Sembari menanti pandemi ini berakhir berbagai upaya terus dilakukan agar minat konsumen terus tumbuh untuk membeli produk yang dipasarkan.

Indra Uno, Founder OK OCE mengatakan, ” Sekarang prioritas kita adalah bertahan, ada beberapa yang tumbuh, tapi prioritas kita adalah bertahan. Bertahan artinya omset tidak naik-naik, kadang malah turun. Namun, perlu diperhatikan prioritas kita setelah bertahan harus mulai bangkit, ciri-ciri bangkit yakni ngga usah neko-neko, omset naik “ ungkapnya pada seminar yang dilaksanakan Seven Stones Indonesia bersama OK OCE Indonesia Jumat, 26 November 2021, Sense Hotel, Seminyak, Bali.

Indra juga menambahkan, saat ini UMKM dalam fase Bertahan, Bangkit, Tumbuh Lagi.

Bagi pelaku usaha yang juga tengah bertahan, khususnya dalam pemasaran, Terje H Nielsen, Founder Seven Stones Indonesia mengatakan, 5 tips untuk pemasaran media sosial, yakni Pilih platform yang tepat untuk audience, buat akun yang mewakili merk, buat konten yang mendidik dan menarik secara konsisten, promosikan, berinteraksi dengan pengikut.

Foto : Terje H NIelsen

Bentuk dari interaksi ini nantinya juga bisa menentukan siapa yang akan membeli produk Anda. “Anda perlu mengetahui siapa segmen anda,”ungkap Andrzej Barski, Co Founder  Seven Stones Indonesia.

Sementara itu, CFO Seven Stones Indonesia, Ridwan Zachrie menambahkan hal yang tidak kalah penting bagi pelaku usaha. Salah satunya adalah akses pinjaman atau pendanaan.  ” Mulai dari diri kita untuk pencatatan pembukuan.  Pencatatan keuangan ini bisa menjadi salah satu strategi dalam pengambilan keputusan untuk usaja kita kedepannya,” ungkap Ridwan.

Hal ini sejalan dengan tahapan yang ada dalam gerakan sosial OK OCE, 7 Tahapan OK OCE Menuju Prima (TOP). Salah satu tahapannya adalah pelaporan keuangan.

Managing Director of Seven Stones Indonesia, Per Fredrik Ecker, memaparkan mengenai pentingnya pelaku usaha untuk melakukan analisa megenai Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan dan Hambatan atau lazimnya dikenal sebagai Analisa SWOT atas bidang usaha yang akan ditekuni sehingga target bisnis bisa terukur dan tercapai dengan baik.

Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE, mengatakan, ” Komunitas Penggerak yang ada di Bali, nantinya bisa ikut dalam 7 TOP. Pendaftaran, Pelatihan, Pendampingan, Perizinan, Pemasaran, Pelaporan Keuangan, serta Akses Permodalan”.

7 tahapan ini dapat membantu bagi pelaku usaha yang baru mulai usaha atau mereka yang ingin naik kelas. Hal ini juga sejalan dengan yang disampaikan Per Ecker, Managing Director of Seven Stones Indonesia, Seven Stones Indonesia adalah jembatan bagi pelaku usaha yang ada, ungkapnya.

Foto : Peserta saat acara

Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut memberikan pencerahan bagi pelaku UMKM di Bali. Kegiatan ini dihadiri komunitas penggerak OK OCE,seperti OK OCE DC, OK OCE Andalan, hingga HRA Academy.

Leave a Reply

Your email address will not be published.