Meski Pandemi, UMKM Harus Bangkit Dengan 3G & 4L

Sandiaga Uno, Founder OK OCE saat memberikan sambutan dalam Halal bi Halal bersama Anggota OK OCE, 6 Juni 2021 via Zoom. Hadir juga Pakar Ekonomi Syariah, Syafii Antonio (Kanan bawah).

Jakarta- Meski pandemi Covid-19 belum juga usai, sektor yang terdampak khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) tetap optimis dan terus bangkit. Sandiaga Uno, Menteri Ekonomi dan Kreatif Republik Indonesia sekaligus Founder OK OCE mengatakan, ” Kami di Parekraf melihat adaptasi dan kolaborasi di tengah pandemi dan melambatnya ekonomi ini merupakan hal yang harus kita lakukan dengan 3G, Gercep yakni Gerak Cepat, Geber yakni Gerak Bersama dan Gaspol, Garap semua potensi. Kita bukan hanya bertahan tapi mampu harus mencetak
peluang pemenang, ” ungkapnya dalam Halal bi Halal Online bersama Penggerak UMKM OK OCE Seluruh Indonesia, Minggu, 6 Juni 2021, via zoom.

Sandi juga menambahkan dirinya bahagia dapat berkumpul bersama teman-teman dari OK OCE. Semangat pelaku UMKM di OK OCE selama pandemi tidak usut. Sandi mengatakan dengan adanya disrupsi digital dan Covid-19 memaksa pelaku usaha untuk terampil.

“Tahapan 7 TOP menurut saya sangat jitu. Tahapan OK OCE Menuju Prima. Pelatihan dan pendampingan di OK OCE juga sama seperti yang diterapkan di Parekraf”, tambahnya. Ketua Umum OK OCE, Iim Rusyamsi juga selalu mengingatkan pada anggota untuk terus ikut dalam 7 TOP.

Tidak hanya itu, kegiatan yang diikuti hampir 600 partisipan ini juga dihadiri oleh Pakar Ekonomi Syariah, Syafii Antonio. Dalam pemaparannya, Syafii mengatakan,Silaturahmi itu penting. Halal bi halal itu ada karena mendorong kita untuk pelaku bisnis yang mengedepankan good governance, ungkapnya.

Indra Uno, Founder OK OCE berfoto bersama Herri Setiawan (Sekjen OK OCE), Riezka (Kepala Badan Promosi Produk Wirausaha Dampingan OK OCE, dan Syafii Antonio (Pakar Ekonomi Syariah)

Indra Uno, Founder OK OCE juga menambahkan dalam halal bi halal ini juga pelaku usaha harus mengetahui berapa jumlah di komunitas kita yang memiliki pelatih. ” Kalau 1 tidak cukup, karena yang mendapatkan kehilangan pekerjaan percepatannya jauh lebih besar. Tidak bisa dijalankan sendirian agar teman-teman lebih berdaya,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Indra menambahkan kalau ada istilah 4As yang digagas oleh Sandiaga, kali ini, kakak dari Sandiaga ini mengatakan dengan 4L, yakni lebih Keras, Lebih Cerdas, Lebih Tuntas, Lebih Ikhlas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.