OK OCE Bersama KADIN Gorontalo Perkuat Daya Tahan UMKM Saat Pandemi

foto : Sandiaga Uno

Gorontalo – Pertumbuhan pelaku UMKM di Provinsi Gorontalo meningkat pesat. Tercatat di tahun 2019 jumlah pelaku UMKM sebanyak 67.500 dan tahun 2021 ini menjadi 94.800. Pertumbuhan ini mengisyaratkan pergeseran pilihan ekonomi dan usaha masyarakat selama masa pandemi Covid-19 dari sebelumnya beberapa profesi menjadi wirausahawan.

Perkembangan jumlah wirausahawan ini harus rmendapat perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun pihak lain terkait. Tujuannya agar mereka mampu bertahan dan berkembang di tengah pusaran badai ekonomi akibat pandemi virus corona. Kadin selaku lembaga yang berdiri di tengah-tengah antara pengusaha dan pemerintah berupaya mengambil peran agar dampak badai tidak terlampau dirasakan oleh para pelaku usaha khususnya UMKM.

Terkait itu, Kadin Gorontalo bekerjasama dengan OK OCE serta Amanah Bakrie menyelenggarakan Pelatihan bertajuk “Strategi Marketing Digital bagi UMKM Berbasis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” pada Ahad, 29 Agustus 2021. Kegiatan ini dilakukan dengan dua cara, pertama secara virtual melalui Zoom Webinar dan secara offline di Kantor Sekretariat Kadin Gorontalo. Kegiatan ini menyasar para pelaku UMKM berbasis parekraf dan pelaku UMKM secara umum yang ada di Gorontalo.

Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno menjelaskan lima pilar yang disiapkan dalam rangka pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif, yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia, revitalisasi destinasi pariwisata dan infrastruktur ekonomi kreatif, peningkatan resiliensi dan daya saing usaha, inovasi produk dan jasa, serta perluasan pasar. Sandiaga juga mengatakan beberapa program Kemenparekraf yang bisa dikontribusikan dengan Kadin Gorontalo di bidang edukasi, seperti Widuri atau Wirausaha Digital Mandiri dan program Digitalisasi Desa Wisata.

“Di Gorontalo ada karawo dan pia yang ingin kita angkat menjadi program Beli Kreatif Lokal. Kami akan kembangkan digital aset, marketplace dan pendampingannya, karena target kita ada 30 juta UMKM di Indonesia yang terdigitalisasi pada tahun 2023,” kata Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno.

Sementara itu, Wagub Idris Rahim mengungkapkan beberapa kelemahan UMKM Gorontalo, yaitu kemampuan organisasi, modal, pemasaran, kualitas produk, promosi, serta kemampuan beradaptasi dengan kemajuan digital. Oleh karena itu Idris berhara adanya pihak-pihak yang hadir dan berperan sebagai bapak angkat yang bisa mendampingi UMKM Gorontalo untuk bangkit dan tumbuh di masa pandemi COVID-19.

“Kami berharap webinar ini menghasilkan rekomendasi yang bisa disinergikan dan dikolaborasikan, baik dalam hal pembinaan, pendampingan, maupun bantuan modal untuk UMKM,” tutur Idris.

Sejalan dengan harapan Wagub Idris tersebut, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsyad Rasid menuturkan, Kadin Gorontalo telah berusaha untuk menjembatani agar masalah keterbatasan jaringan pemasaran produk UMKM dapat teratasi, tidak hanya untuk pengusaha pemula tapi juga untuk UMKM yang ingin meningkatkan omzet dan membidik pasar ekspor. Arsyad mengatakan, Kadin Gorontalo menjalin kerja sama dengan OK OCE, Toko IG, dan Bakri Amanah, yang tujuannya agar UMKM dapat berinteraksi langsung dengan konsumen, memperluas pangsa pasar, serta meningkatkan penjualan dan membangun pasar ekspor.

“Kadin adalah rumah bersama untuk semua pengusah, mulai pengusaha besar, menengah, kecil, dan mikro. Semuanya punya hak yang setara, kita harus membantu saudara-saudara kita untuk naik kelas,” tandasnya.

Hadir juga dua pemateri dalam acara tersebut,  Taufik Ardi, merupakan CEO dari TOKOIG membedah kisi-kisi cara marketing secara digital yang sebenarnya mudah dilakukan oleh pelaku UMKM. Sementara  Yumas Gia Nanda, Ketua OK OCE Andalan Depok memaparkan konsep marketing dikaitkan dengan pariwisata dan ekraf.

Selain itu, Ketua Umum OK OCE  Iim Rusyamsi memberikan paparan tentang Gerakan OK OCE yang sudah mulai meluas ke beberapa provinsi di Indonesia. Program OK OCE merupakan terobosan baru yang digagas oleh Sandiaga S. Uno.

Tujuan utamanya untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Strateginya Satu Kecamatan satu OK OCE, dan berharap bisa terapkan kurikulum 7 tahap OK OCE menuju prima atau menuju top. Tujuh tahap itu: pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perijinan, pemasaran, laporan keuangan dan akses keuangan.

Kemudian Wakil Ketua Bakrie Amanah, Teguh Anantawikrama menjelaskan peran penting yang dikerjakan Yayasan di bawah grup Bakrie dengan berbagai kegiatan sosial yang menyasar kepada masyarakat melalui pemberdayaan. Bakrie Amanah sudah bekerjsama dengan platform Sajiwa, yang membangun ekosistem UMKM, Sajiwa, Supply Chain Financing, Training and Incubation dan Prospective Consumer.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Gorontalo menegaskan tiga program Kadin Gorontalo. Pertama Pengembangan UMKM, Kedua, Pengembangan SDM dan Ketiga, Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kraetif. Disebutkan kegiatan ini sebagai  jawaban globalisasi terutama tuntutan digital marketing sangat diperlukan oleh pelaku UMKM. Kadin Gorontalo sebagai mitra pemerintah dalam ikut serta mengembangkan UMKM di Gorontalo. Juga dijelaskan dalam waktu dekat akan diperkuat kerjasama dengan penandatanganan MOU  antara KADIN Gorontalo dengan OK OCE dan Bakrie Amanah untuk membina dan mengembangkan UMKM Gorontalo.

Selanjutnya, Ketua Wantim Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Kadin Gorontalo. Ia menegaskan pentingnya UMKM tumbuh kuat di masa sulit seperti sekarang ini. Dan Kadin Indonesia akan memberi dukungan terhadap kegiatan serupa dimanapun di Indonesia. Kegiatan ini harus membuktikan bahwa UMKM bisa bertahan. Disebutkan juga Gorontalo memiliki sumber daya alam yang besar, dan orang-orangnya gigih, teguh pendirian dan menjadi calon pengusaha handal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.