OK OCE Bersama Seven Stones Ajak UMKM Gotong Royong Bangkit di Pandemi

Foto : Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE Saat menjelaskan Kurikulum 7 TOP OK OCE, Sabtu, 27 November 2021

Seminyak, Bali- Pandemi membuat pelaku usaha saat ini bukan lagi eranya kompetisi, melainkan kolaborasi.

Tarje H. Nielsen, Founder Seven Stones Indonesia, mengatakan, “Teamwork atau kerjasama sangat penting, khususnya UMKM. Dulu saat saya jadi atlet, angkatan, kerjasama itu sangat penting. Apalagi UMKM.Apalagi gotong royong kerjasama sudah biasa di Indonesia,” ungkapnya saat Seminar Hybrid yang diadakan bersama OK OCE, Sabtu 27 November 2021, Seminyak, Bali.

Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE mengatakan, ” Saat ini kita ada di eranya VUCA, ketidakstabilan yang kita jumpai saat ini. Kita tiba-tiba menghadapi pandemi ketidakstabilan. Uncertainty, ketkdakpastian yang kita hadapi, seperti pandemi ini. C, compleks, dampaknya sangat terasa sekali. Online, apalagi Bali. A,ambiguity, semuanya serba ngga jelas, seperti pandemi ini. Serba tidak jelas, serba bias. Perubahan yang ekstrim yang akan kita hadapi, ” ungkapnya.

Iim juga sepakat dengan apa yang dijelaskan Tarje, gotongroyong memulihkan ekonomiĀ  dari wirausaha. “Saya teringat 4 AS oleh Founder OK OCE, Sandiaga Uno, Kerja Keras, tanpa kita kerja keras kita tidak bisa menghadapi kesulitan ini. Kerja Cerdas, kita cerdas melihat peluang usaha, literasi teknologi yang mau tidak mau harus transformasi, literasi data, kita harus geluti, karena perusahaan besar sukses menguasai data.

Foto : Kegiatan borong produk UMKM di Bali, OK OCE Kemanusiaan, Sabtu, 27 November 2021

Pada kegiatan tersebut juga hadir memberikan cerita usahanya melawan pandemi, yakniGunawan Wicaksono, Mentor Wirausaha Andalan Provinsi Bali.

Foto : Penyerahan Bantuan OK OCE Kemanusiaan kepada Penggerak Komunitas OK OCE Andalan, Bali, 27 November 2021

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan borong produk UMKM yang ada di Bali, yang juga merupakan program dari OK OCE Kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.