Sandiaga Dukung OK OCE Kemanusiaan dan YAMSA Dalam Entaskan Buta Aksara Pada Anak

Foto : Penyerahan simbolis bantuan OK OCE Kemanusiaan pada YAMSA untuk program anak buta aksara, Senin, 1 November 2021

Jakarta- Membaca, menulis, hingga menghitung, sebuah keterampilan dasar yang kadang luput dari perhatian masyarakat.
Ya, miris, mengentaskan buta aksara yang ternyata seluruh dunia melawan untuk terus menguranginya.

Indonesia, salah satu negara yang juga berusaha menurunkan jumlah penduduk yang buta aksara. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, persentase dan jumlah penduduk buta aksara di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 1,71 persen atau 2.961.060 orang dari total jumlah penduduk.

Jumlah ini mengalami sedikit penurunan ketimbang tahun 2019, yakni sebanyak 1,78 persen atau 3.081.136 orang. Bukan hanya peran pemerintah saja yang dibutuhkan saat ini, tetapi kita semua.

Yayasan Abang Mpok Sahabat Anak ( YAMSA) bersama OK OCE Kemanusiaan mengajak mereka menyongsong masa depan cerah untuk bangsa dan negara. Yamsa dan OK OCE memberikan bantuan kepada mereka para buta aksara pada Senin, 1 November 2021, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Foto : Foto bersama Sandiaga Uno (Menparekraf RI) , Nur Asia Uno (Pembina YAMSA), Kak Seto, Iim Rusyamsi (Ketua UMUM OK OCE), Serta Salman Khabibi (Ketua OK OCE Kemanusiaan)

Nur Asia Uno, Pembina YAMSA, yang juga istri dari Menparekraf RI Sandiaga Uno, mengatakan, Yamsa ingin membantu anak-anak yang masih buta aksara agar bisa membaca dan menulis dalam kehidupan sehari-hari. “Memberikan edukasi sosialisasi dan upaya pendampingan bagi anak-anak buta aksara”, ungkap Nur.

Tujuan dari YAMSA mengentaskan buta aksara untuk mengurangi drop out anak-anak di usia sekolah dasar, serta dalam penciptaan lapangan kerja.
Program YAMSA yakni, Kelas Berjalan, program anak indonesia kreatif dan cerdas, mewujudkan keterampilan dan kemandirian bagi anak.

Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE menambahkan, “Semoga bantuan ini bermanfaat bagi para buta aksara”. Salah satu fokus OK OCE melalui OK OCE Kemanusiaan memberikan penghidupan layak bagi masayarakat bisa memberikan kontribusi kami.

Bantuan secara simbolis diserahkan dari OK OCE Kemanusiaan kepada YAMSA dengan jumlah uang 35 juta Rupiah.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto.

Foto : Penyerahan simbolis dari YAMSA Kepada OK OCE Indonesia

Kak Seto mengatakan, saat ini banyak anak-anak berkurumun bukan belajar malah bermain game. Kebanyakan 80 persen adalah bermain game, 20 persennya belajar.
Setia bersama YAMSA, Kak Seto juga turut membantu berantas anak-anak buta aksara, yang kali ini berfokus di DKI Jakarta.

Sandiaga Uno, Menparekraf RI mengatakan, “Saya sangat apresiasi dengan kolaborasi ini. Buta aksara di Indonesia sekarang hanya tinggal l 1.93 persen, namun jika dikalikan populasi ada sekitar 3 juta lebih yang masih buta aksara”, ungkap Sandi.

Suami dari Nur Asia Uno ini juga memnambahkan, dirinya sangat mengapresiasi atas program buta aksara ini. Sandi juga kerap tidak luput perhatiannya, bahwa YAMSA mengingatkan masih banyak anak-anak yang membutuhkan bantuan.

“Semoga upaya kita ini dapat mencetak SDM yang unggul,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.