





Sejarah OK OCE Indonesia
OK OCE lahir sebagai sebuah konsep pada tahun 1998 di keluarga Uno, yang terdiri dari Mien dan Henk Uno. Pada saat itu, banyak mahasiswa dari Gorontalo yang tidak bisa melanjutkan kuliah di Jakarta, dan meminta beasiswa kepada keluarga Uno. Dan setelah mereka lulus kuliah, mereka kembali ke perkebunan milik keluarga Uno untuk bekerja.
Setelah beberapa tahun, mereka akhirnya membuat ulang dan merombak program beasiswa dari program biasa menjadi program beasiswa entrepreneur, yang terdiri dari pelatihan, pendampingan, dan sekolah pengangguran. Hasilnya, lahirlah Mien R Uno Foundation pada tahun 2000.
Pada tahun 2016, Sandiaga Uno berkampanye untuk posisi Wakil Gubernur Jakarta, berpasangan dengan Anies Baswedan. Selama periode ini, Indonesia menghadapi kondisi ekonomi yang menantang, yang mengakibatkan penutupan sejumlah perusahaan dan lonjakan pengangguran di Jakarta, yang mempengaruhi sekitar 300 ribu orang, menurut data yang tersedia. Menanggapi tantangan-tantangan ini, Sandiaga Uno dan Anies Baswedan mengajukan sebuah solusi yang bertujuan untuk menumbuhkan kewirausahaan.
Mereka memperkenalkan program OK OCE yang dirancang untuk mendorong dan mendukung individu untuk menjadi wirausahawan, sehingga mengurangi dampak kesulitan ekonomi terhadap penduduk setempat. Tujuan dari program ini adalah untuk membangun setidaknya satu pusat kewirausahaan di setiap kecamatan di Jakarta. Target ambisius mereka dimulai dari tahun 2017 hingga 2022, yang bertujuan untuk menciptakan 200 ribu kesempatan kerja melalui pertumbuhan wirausaha di wilayah tersebut.
Kemudian, pada tahun 2017, mereka memulai program ini di 44 kecamatan di Jakarta dengan kurikulum 7 TOP (7 Tahapan OK OCE Prima) yang terdiri dari Pendaftaran, Pelatihan, Pendampingan, Perizinan, Pemasaran, Pencatatan Keuangan dan Akses Permodalan.
Pada tahun 2018, Sandiaga Uno mengundurkan diri dari jabatannya untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto. Setelah itu, Program OK OCE memperluas jangkauannya di luar DKI Jakarta hingga mencakup seluruh Indonesia. Program OK OCE menjadi program beliau saat ia mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden dengan target menciptakan 2 juta lapangan kerja hingga tahun 2024. Meskipun Sandiaga Uno tidak berhasil mendapatkan posisi wakil presiden, Gerakan OK OCE berhasil memenuhi janjinya untuk menciptakan 2 juta lapangan kerja tanpa bergantung pada anggaran negara. Pencapaian ini diwujudkan melalui upaya bersama dan kontribusi masyarakat.
Pada tahun 2023, OK OCE telah menciptakan 1,5 juta lapangan kerja, dan hanya menyisakan 500.000 lapangan kerja lagi untuk mencapai target 2 juta. Kini OK OCE diterapkan ke seluruh Indonesia melalui lebih dari 197 komunitas penggerak.
Logo OK OCE INDONESIA






