Semangat Merdeka, Semangat UMKM Naik Kelas

Foto : Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE

Jakarta – Bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 76, Komunitas penggeral OK OCE INA Makmur mengadakan pelatihan Training of Trainer (TOT) dan Mentoring bagi para anggotanya. Dalam acara yang terbagi menjadi ke dalam 2 hari ini, peserta akan dibekali dengan pengarahan yang diberikan oleh Founder OK OCE serta materi-materi bagi para mentor dalam membantu pelaku UMKM.

Acara yang diselenggarakan pada 17 Agustus 2021, turut dihadiri oleh Joko Dwitanto sebagai Ketua OK OCE INA Makmur, Iim Rusyamsi sebagai Ketua OK OCE Indonesia, serta Indra Uno, Founder OK OCE Indonesia.

Sesi pembuka diawali dengan sambutan oleh Ketua OK OCE INA Makmur, Joko Dwitanto. Joko menjelaskan dengan diadakannya acara TOT dan mentoring ini dapat menjadi gambaran untuk bergerak serta selalu berbagi ilmu kepada sesama pelaku UMKM.

Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh Iim Rusyamsi yang merupakan Ketua OK OCE Indonesia. Iim menjelaskan mengenai bagaimana menjadi mentor pilihan dalam mendampingi pelaku UMKM bertumbuh.

Menurutnya, terdapat 9 hal yang wajib dimiliki oleh seorang mentor. “9 hal yang wajib dimiliki oleh mentor adalah pengalaman, sikap, mau berbagi, mempunyai keahlian, aksesibilitas, koneksi, harapan, senang mengajar, dan yang terpenting adalah bertanggung jawab,” ungkapnya.  Ia menegaskan pentingnya komitmen tanggung jawab seorang mentor dalam menyukseskan mentee, bahkan hingga naik level pengusaha ke tingkat yang lebih tinggi.

Indra Uno yang juga turut hadir menjelaskan mengenai wirausaha sukses mandiri. Indra mengatakan, “Sukses mandiri disini dapat dikaitkan dengan seorang yang “merdeka” secara finansial, orang yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bergantung dengan orang lain,”.

Pengangguran di Indonesia menjadi salah satu topik yang cukup mengkhawatirkan, terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 yang memperburuk perekonomian. Berdasarkan data BPS pada Agustus 2020, 7.07% masyarakat Indonesia adalah pengangguran.

Jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN, pengangguran muda yang berusia 15-24 di Indonesia merupakan yang terbanyak. Indra menegaskan kekhawatirannya terkait banyaknya penduduk Indonesia yang menganggur ataupun mereka yang berpenghasilan kurang dari Rp. 550,000 sebulan yang masuk dalam kategori rentan. Perlu adanya perubahan perilaku dan pola pikir agar Indonesia terbebas dari pengangguran.

“Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi di 2030, jangan-jangan pas 2030 karena kondisi kita seperti ini, dan kita mengubah perilaku dan pola pikir kita, akhirnya bukan puncak bonus tetapi puncak tragedi atau bencana, dimana pemuda Indonesia banyak yang tidak punya penghasilan, padahal pemuda adalah masa depan bangsa.”, tutur Indra.

Dalam mengatasi pengangguran, Indra menjelaskan terdapat 4 tahapan. Tahapan pertama adalah punya akses pelatihan dan pendampingan usaha agar dapat membuka usaha sendiri. Tahap kedua dan ketiga, dengan adanya usaha maka otomatis akan memiliki penghasilan sehingga dapat keluar dari kategori pengangguran. Tahap keempat dengan adanya usaha tersebut maka dirinya telah menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri. Dalam mendampingi para pelaku UMKM, OK OCE juga memiliki 7 Tahapan OK OCE Prima (7 TOP).

Leave a Reply

Your email address will not be published.